Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Kupas Tuntas Cara Budidaya Bebek Petelur

6 min read

Kupas Tuntas Cara Budidaya Bebek Petelur, untuk pemula dari Modal Hingga Panen

Di era sekarang ini, terdapat banyak sekali peluang usaha yang dapat dijalankan oleh setiap orang. Salah satunya yaitu budidaya bebek petelur.

Saat ini permintaan akan telur bebek di pasaran menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Namun sayangnya, hal tersebut tidak diimbangi dengan peningkatan dalam produksi telur bebek dikalangan para peternak bebek.

Oleh karena itu, hal ini sangat membuka peluang besar bagi lapisan masyarakat yang ingin terjun di dunia usaha telur bebek. Untuk kamu yang ingin memulai usaha budidaya bebek petelur, yuk simak pembahasan berikut sampai selesai!

Keuntungan Budidaya Bebek Petelur

Keuntungan Budidaya Bebek Petelur
source image: faktualnews.com

Sebagaimana budidaya ayam petelur, sebelum memulai usaha ternak bebek petelur kamu perlu mengetahui apa saja sih keuntungan dari usaha di sektor ini?

Berikut sudah kami rangkum beberapa keuntungan budidaya bebek petelur yang dapat kamu ketahui:

  • Kebutuhan dan permintaan akan telur bebek sangat tinggi, sehingga kamu tidak perlu kesulitan dalam memasarkan telur bebek nantinya.
  • Cara dan proses pemeliharaan bebek terbilang mudah, namun akan jauh lebih mudah jika memiliki lahan yang cukup luas di dekat sungai. Selain menghemat pakan, bebek-bebek akan jauh lebih bersih.
  • Jenis pakan yang mudah didapat, yaitu pakan utama yang berupa bekatul atau konsentrat.
  • Perputaran bibit bebek petelur atau DOD yang tidak terlalu cepat. Karena bebek petelur bisa dibudidayakan/ dapat bertahan hingga usia 2 tahun.
  • Setelah masa afkir (tidak memproduksi telur), bebek petelur afkir dapat dijual dengan harga yang cukup tinggi. Sehingga ketika akan membeli bebek baru yang sudah siap bertelur, kamu hanya membutuhkan sedikit dana tambahan.

Jenis Bebek Petelur yang Bisa Dijadikan Sebagai Ternak

Sebelum memulai ternak bebek petelur, ada baiknya kamu terlebih dahulu mengetahui apa saja jenis-jenis bebek petelur unggulan yang terbukti memiliki produktifitas tinggi.

Hal ini tentu berkaitan dengan hasil yang akan kamu dapatkan dalam proses budidaya bebek petelur. Nah, berikut ini adalah beberapa jenis bebek petelur yang dapat kamu gunakan untuk budidaya:

  • Bebek Tegal
  • Bebek Mojosari
  • Bebek Bali
  • Bebek Khaki Campbell
  • Bebek Alabino, dll.

Semua jenis bebek yang disebutkan di atas memiliki produktifitas bertelur yang cukup tinggi. Namun meski begitu, aksesibilitas dan efisiensi tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam beternak.

Tentukan jenis bebek terbaik yang paling cocok untuk dibudidayakan di lingkungan/ daerah kamu, dan tentunya yang mudah untuk didapatkan juga.

Cara Budidaya Bebek Petelur untuk Pemula

Setelah mengetahaui apa saja keuntungan dan jenis-jenis dari bebek petelur, maka selanjutnya kita masuk pada pembahasan cara budidaya bebek petelur meski dengan modal minim dan lahan terbatas.

Sebelumnya, kamu dapat melihat video referensi dan inspirasi di atas hingga selesai terlebih dahulu!

Jika sudah, berikut ini adalah step by step budidaya bebek petelur yang dapat kamu jadikan referensi dan ikuti:

1. Menentukan Lokasi untuk Budidaya Bebek Petelur

Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, bahwa kesesuaian lingkungan merupakan salah satu faktor utama sebelum memilih jenis bebek petelur yang akan dibudidayakan.

Namun selain itu, terdapat beberapa hal lain yang harus kamu perhatikan dalam menentukan lokasi budidaya. Berikut adalah penjelasannya:

a. Lokasi Kandang

Pertama lokasi kandang, usahakan harus jauh dari keramaian atau pemukiman penduduk. Hal ini bertujuan agar penduduk/ masyarakat tidak merasa terganggu karena kebisingan dari suara bebek, aroma bau kotoran, serta dampak limbah kotoran bebek pada air pemukiman ataupun air tanah.

b. Akses Mudah

Walaupun harus jauh dari lingkungan/ pemukiman penduduk, namun usahakan lokasi kandang tetap mudah diakses oleh transportasi.

Hal ini berkaitan dengan aksesibilitas anak kandang dalam proses merawat ternak, serta kemudahan dalam memasarkan telur-telurnya.

c. Iklim Lingkungan Kondusif

Pilihlah lokasi yang memiliki iklim kondusif, baik untuk digunakan sebagai aktivitas produksi ataupun produktifitas ternak.

Pasitkan lingkungan/ lokasi tersebut aman dari kerusuhan, maling, gangguan hewan pemangsa, dlsb.

Kemudian pastikan pula lokasi tersebut memiliki temperatur/ suhu yang tidak terlalu dingin, dan tidak terlalu panas. Ini bertujuan supaya ternak tidak mudah stres karena kondisi lingkungan.

d. Suhu & Kelembaban

Umumnya persyaratan temperatur kandang untuk budidaya bebek petelur adalah (±) 39ºC. Sementara kelembaban pada kandang berkisar (±) 60-65%.

Usahakan agar kelembaban pada kandang tidak terlalu tinggi, untuk menghindari pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab penyakit pada ternak.

e. Fasilitas Kandang

Berikan fasilitas kandang yang dapat membantu dan mendukung produktifitas pada bebek petelur. Seperti tempat makan dan minum, penerangan, sanitasi yang baik, serta desain kandang yang mempermudah dalam proses pembersihan kandang, dan lain sebagainya.

2. Pembuatan Kandang

Cara Budidaya Bebek Petelur untuk Pemula sampai menghasilkan
source image: faktual.id

Setelah menentukan lokasi yang tepat sesuai dengan beberapa poin di atas, maka selanjutnya kamu bisa menentukan jenis kandang yang akan digunakan.

Di Indonesia umumnya terdapat 3 jenis kandang yang biasa digunakan oleh para peternak bebek petelur, yaitu kandang starter, kandang brower, dan kandang layer. Berikut ini adalah penjelasan yang dapat kamu pelajari:

a. Kandang Bebek Petelur Fase Starter

Kandang jenis starter biasa digunakan para peternak untuk anakan bebek atau DOD. Bentuk dari kandang ini yaitu berupa kotak panggung seperti box, yang kemudian dilengkapi dengan penghangat dari bohlam lampu.

Ukuran kandang starter ini opsional, menyesuaikan jumlah DOD yang ingin dipelihara. Namun umumnya ukuran yang digunakan yaitu 1×1 meter, 1,5×1,5 meter, atau 2×2 meter. Setiap 1 m² bisa digunakan untuk menampung (±) 50 ekor DOD.

b. Kandang Bebek Petelur Fase Grower

Kandang jenis brower biasa digunakan untuk bebek petelur dengan usia remaja, kandang ini dikenal juga dengan sebutan kandang ren/ kandang kelompok.

Desain dari kandang brower hampir mirip dengan kandang layer, umumnya berbentuk kandang koloni/ kelompok dengan populasi (±) 100 ekor setiap kelompok.

c. Kandang Bebek Petelur Fase Layer

Jenis kandang layer biasa digunakan untuk bebek petelur yang sudah masuk ke usia produksi.

Kamu bisa memilih kandang baterai yang berisi 1-2 ekor/ kotak, atau model kandang kelompok yang berisi 4-5 ekor/ m², atau 30 ekor setiap kotak dengan ukuran 3×2 meter.

Kamu bisa memilih dan menggunakan jenis kandang terbaik sesuai dengan versi kamu untuk bebek di fase layer ini.

Namun meski begitu, yang perlu kamu jadikan sebagai pertimbangan yaitu modal. Sebab kandang bebek petelur model baterai membutuhkan modal lebih besar daripada kandang dengan model koloni.

Jika kamu memiliki modal yang cukup besar untuk pembuatan kandang, maka kamu dapat memilih kandang baterai untuk beternak.

Sebab jenis dan model kandang baterai terbukti lebih mudah untuk dirawat, memiliki sirkulasi yang baik, serta mempermudah dalam proses perawatan ternak.

Tambahan:

Itulah 3 jenis kandang bebek petelur yang perlu kamu ketahui. Jika kamu memulai usaha budidaya bebek petelur pada saat bebek sudah siap produksi, maka kamu tidak perlu membuat kandang bebek fase starter dan grower.

Namun apapun model kandang yang kamu pilih, pastikan kamu menggunakan bahan pembuatan kandang meskipun tidak mahal, asal kuat dan tahan lama.

Selain itu sediakan juga perlengkapan kandang seperti, tempat makan minum, alat sanitasi, fasilitas penerangan, dan lain sebagianya.

3. Pemilihan Bibit Unggul Bebek Petelur

Cara memilih Bibit Unggul Bebek Petelur untuk pemula

Sama halnya dengan budidaya pada umumnya, bibit yang berkualitas merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam beternak.

Sebab jika bibit yang digunakan tidak berkualitas, maka produksi yang dihasilkan juga tidak akan sesuai yang diharapkan.

Lalu bagaimana cara memilih bibit bebek petelur yang unggul dan berkualitas? Berikut tips dan penjelasannya:

  • Pilih bibit bebek/ DOD (Day Old Duck) dari pusat pembibitan yang sudah terkenal mutunya. Utamakan yang sudah bersertifikat dan direkomendasikan oleh dinas peternakan setempat.
  • Pilih DOD yang sehat, tidak terdapat penyakit atau cacat fisik.
  • Pilih DOD yang memiliki badan tegap dan lincah.
  • Pilih DOD yang nafsu makannya baik.
  • Pilih DOD yang memiliki warna kuning mengkilap.

Jika kamu ingin memilih atau memulai ternak menggunakan bibit bebek yang sudah siap bertelur/ produksi, maka berikut adalah ciri bebek yang siap produksi telur:

  • Sudah mencapai usia min. 5-6 bulan. Ini bisa disesuaikan dengan ketersediaan dan harga yang kamu pilih.
  • Sehat, tidak terdapat cacat fisik atau penyakit.
  • Kondisi bebek fit, badan yang tegap, lincah, dan responsif.
  • Nafsu makan baik, tandanya yaitu segera lari/ berkerumun saat diberi pakan.
  • Bulu bebek halus, warna cerah, sesuai dengan jenisnya.
  • Bobot bebek yang sudah siap bertelur berkisar dari 1,4kg – 1,6kg. Usahakan untuk membeli bebek dengan bobot yang seragam, agar telur yang akan dihasilkan juga seragam.

4. Pemberian Pakan

Untuk bisa menghasilkan telur-telur yang berkualitas, maka pemilihan dan pemberian pakan bebek yang tepat adalah sebuah keharusan.

Dalam pemberian pakan, usahakan jenis pakan yang dipilih mengandung komposisi yang dapat memenuhi kebutuhan pada bebek seperti nutrisi, protein, dan gizi.

Adapun beberapa jenis pakan bebek petelur yang memiliki dan mengandung sumber energi tinggi diantaranya yaitu:

  • Bekatul
  • Jagung giling
  • Tepung polardsorgum
  • Dedak padi
  • Singkong/ tepung onggok
  • Tepung roti
  • Dll.

Jenis pakan bebek petelur yang mengandung sumber protein:

  • Bungkil kedelai
  • Bungkil kacang tanah
  • Ampas tahu dan tempe
  • CGM (Corn Gluteal Meal)
  • Tepung ikan
  • Daun indigofera
  • Limbah tauge
  • Dll.

5. Pemeliharaan & Perawatan Ternak Bebek Petelur

Cara Pemeliharaan & Perawatan Ternak Bebek Petelur
source image: jualayamhias.com

Setelah memberikan jenis pakan yang berkualitas pada bebek petelur, maka selanjutnya kamu perlu melakukan perawatan dan pemeliharaan dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa tahap perawatan bebek petelur yang dapat kamu jadikan referensi dan ikuti:

a. Sanitasi

Sanitasi kandang dilakukan untuk membantu mencegah penularan penyakit, baik akibat dari bakteri, jamur, ataupun virus.

Biasakan setiap orang untuk selalu mencuci kaki dan tangan menggunakan sabun, setiap kali akan masuk dan keluar kandang.

Hal ini bertujuan untuk menghindari penularan penyakit, baik dari luar ke dalam kandang ataupun dari dalam keluar kandang.

b. Sterilisasi Berkala

Mengingat budidaya bebek petelur memiliki usia yang cukup panjang yaitu berkisar 2-3 tahun, maka sterilisasi perlu dilakukan secara berkala.

Kamu bisa melakukan sterilisasi pada ternak dan kandang menggunakan bahan organik yang aman bagi ternak.

c. Penanganan Penyakit

Lakukan isolasi dan perawatan khusus pada ternak/ bebek petelur yang tampak sakit. Catat dan tangani secara serius jika terdapat tanda-tanda kurang sehat pada ternak.

Berikan obat yang sesuai sebagaimana anjuran dari dokter hewan apabila mendapati ternak yang sakit. Kemudian segera lakukan sterilisasi pada kandang, agar ternak-ternak yang sehat tidak ikut tertular penyakit.

6. Fase Panen Telur Bebek

Pada umumnya bebek petelur akan mulai menghasilkan telur saat sudah mencapai usia min. 5-7 bulan. Namun diawal masa produktif, jumlah telur yang dihasilkan masih belum stabil.

Dari total 100 ekor bebek yang dipelihara, mungkin hanya baru sekitar 30-50 telur yang akan didapat.

Namun meski demikian, secara berangsur telur-telur yang dihasilkan akan terus meningkat menjadi 70-80 per hari. Dan saat usia bebek menginjak 12 bulan ke atas, maka produktivitasnya akan mulai kembali menurun.

Keunggulan Telur Bebek dari Telur Ayam

Kelebihan dan Keunggulan Telur Bebek dari Telur Ayam
source image: akurat.co

Telur bebek memiliki beberapa kelebihan dari telur ayam, diantaranya yaitu mengandung nutrisi yang lebih tinggi dari telur ayam.

Sehingga selain ukurannya yang lebih besar, nutrisi yang akan anda dapatkan dari 1 butir telurnya juga lebih banyak.

Dalam perbandingan 100gr telur bebek dan telur ayam misalnya, telur bebek memiliki kandungan 13gr protein sedangkan telur ayam memiliki 12gr protein.

Telur bebek dapat memenuhi 90% dari asupan harian vit B12, sementara telur ayam hanya memenuhi 23% asupan harian.

Selain itu, kandungan selenium, vit D, zat besi, dan kolin pada telur bebek juga lebih tinggi dari telur ayam.

Namun telur bebek juga memiliki kandungan kalori, lemak, dan kolestrol yang lebih besar. Sehingga penting untuk mengkonsumsinya dalam jumlah tertentu/ tidak berlebihan.

Sekian

Itulah pembahasan lengkap mengenai cara budidaya bebek petelur untuk pemula dari nol sampai menghasilkan. Meskipun dengan modal dan lahan yang terbatas.

Semoga dengan adanya pembahasan tersebut, dapat membantu dan memudahkan kamu dalam memulai dan menjalankan usaha ternak bebek petelur.

Jangan pernah ragu dan malu untuk memulai. Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan dan didiskusikan langsung saja tulis di kolom komentar ya. Good Luck!


Sumber Referensi:

  • https://balingasal.kec-padureso.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/824
  • https://hobiternak.com/keuntungan-ternak-bebek-petelur/
  • https://gdm.id/ternak-bebek-petelur/#Alasan_Memilih_Ternak_Bebek_Petelur
  • https://sinauternak.com/jenis-pakan-bebek-petelur/#Jenis_Pakan_Bebek_petelur
  • https://hot.liputan6.com/read/4309312/7-cara-beternak-bebek-petelur-untuk-pemula-dari-modal-sampai-panen
Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *