Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Peluang Usaha & Cara Budidaya Bebek Pedaging

5 min read

Cara Budidaya Bebek Pedaging untuk pemula dari Nol Sampai Menghasilkan LENGKAP!

Budidaya bebek pedaging bisa menjadi salah satu peluang usaha yang menguntungkan, jika kita mengetahui step by step dalam menjalankannya.

Karna sebagaimana bebek petelur, permintaan akan bebek pedaging untuk konsumsi cukup tinggi setiap harinya. Bagaimana tidak, hampir di setiap kabupaten, bahkan kecamatan selalu ada pecel lele yang selalu menyediakan bebek goreng sebagai menu utama.

Oleh karena itu, untuk kamu yang ingin memulai budidaya bebek pedaging, yuk simak pembahasan berikut sampai tuntas!

Peluang Usaha Budidaya Bebek Pedaging

Seperti yang sudah disinggung di atas, kegemaran masyarakat akan menu daging bebek cukup signifikan seiring dengan berkembangnya usaha kuliner yang menjadikan daging bebek sebagai bahan baku utama.

Tekstur dan cita rasanya yang unik, berbeda dari daging unggas lainnya. Ternyata dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi setiap konsumen yang mengkonsumsinya.

Oleh karena itu, tidak heran jika harga menu masakan yang berbahan utama daging bebek jadi cenderung lebih mahal.

Karena dibutuhkan teknik khusus dalam memasak dan mengolah daging bebek, semisal waktu yang lebih lama dan proses lebih rumit agar daging bebek benar-benar lezat untuk disantap saat sudah disajikan.

Maka seiring dengan meningkatnya permintaan daging bebek khususnya untuk kebutuhan restoran dan warung makan, peluang usaha budidaya bebek pedaging cukup legit dan menjajikan.

Kelebihan & Keuntungan Budidaya Bebek Pedaging

Kelebihan & Keuntungan Budidaya Bebek Pedaging
source image: majalahinfovet.com

Selain peluang usaha yang masih cukup besar, budidaya bebek pedaging juga memiliki beberapa kelebihan dan keuntungan tersendiri. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Masa pertumbuhan bebek pedaging cukup cepat, yaitu (±) 40 hari.
  • Pemasaran hasil panen mudah dilakukan karena permintaan yang selalu ada.
  • Tahapan dalam budidaya lebih mudah dari budidaya bebek petelur.
  • Bagian lain dari daging bebek bisa dijual. Kotoran bebek bisa dijadikan pupuk atau pakan lele, bulu bebek bisa dijadikan kerajinan.

Jenis-jenis Bebek Pedaging untuk Budidaya

Sebelum memulai budidaya bebek potong pedaging, alangkah baiknya jika kamu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis bebek pedaging yang biasa dijadikan usaha ternak.

Sehingga dengan begitu kamu bisa lebih jelas dalam menjalankan usaha ternak dengan baik. Berikut adalah beberapa jenis bebek pedaging yang dapat kamu budidayakan:

  • Bebek Peking
  • Bebek Hibrida
  • Bebek Magelang
  • Bebek Alabio
  • Bebek Rambon
  • Bebek Mojosari
  • Bebek Raja
  • Bebek Manila

Namun dari semua jenis bebek pedaging yang telah disebutkan di atas, bebek pedaging hibrida dan peking lebih populer di kalangan para peternak.

Cara Memulai Budidaya Bebek Pedaging untuk Pemula

Setelah mengetahui berbagai macam peluang, keuntungan, dan jenis-jenis bebek potong pedaging, berikut ini adalah step by step cara memulai dan menjalankan usaha ternak bebek pedaging yang dapat kamu ikuti dan jadikan referensi.

Sebelumnya kamu bisa melihat video referensi dan inspirasi di atas sampai selesai terlebih dahulu!

1. Menentukan Lokasi Kandang

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam memulai budidaya adalah menentukan lokasi kandang. Umumnya lokasi kandang yang direkomendasikan adalah yang jauh dari pekumiman warga, hal tersebut agar masyarakat tidak merasa terganggu dengan suara dan bau yang disebabkan oleh bebek pedaging.

Namun meski begitu, usahakan lokasi kandang tetap mudah untuk diakses oleh kendaraan. Agar memudahkan dalam proses pembudidayaan, dan pemasaran nantinya.

2. Pembuatan Kandang untuk Budidaya

Setelah menentukan lokasi kandang yang tepat, maka langkah selanjutnya adalah proses penentuan dan pembuatan kandang.

Dalam usaha ternak bebek pedaging, kandang memiliki peranan yang cukup penting. Karenanya kandang harus dibuat secara profesional dan kondusif, agar nantinya proses perawatan tidak mengalami kesulitan.

Ada 2 jenis kandang bebek yang biasa digunakan oleh para peternak, yaitu kandang bebek sistem terkurung/ postal, dan kandang bebek sistem koloni.

Kamu dapat membuat kandang bebek menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan, dengan biaya yang cukup terjangkau. Namun tetap bisa tahan lama, dan kuat untuk menopang beban.

Beberapa jenis bahan yang bisa dijadikan pilihan untuk membuat kandang diantaranya yaitu, kayu, bambu, ataupun besi.

Adapun beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam membuat kandang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Bentuk & desain kandang kondusif, mudah dibersihkan, agar kandang tetap bersih dan steril dari sumber penyakit.
  • Sirkulasi udara lancar, supaya bebek-bebek merasa nyaman dan terhindar dari stress.
  • Suhu kandang terjaga, tidak terlalu rendah & terlalu tinggi. Suhu berkisar antara 39°C
  • Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%.
  • Arah kandang lebih baik disesuaikan lingkungan, agar mudah dalam mendapatkan sinar matahari.
  • Terdapat penerangan, agar lebih memudahkan dalam proses perawatan dan pengawasan saat malam hari.
  • Lengkapi kandang dengan berbagai fasilitas seperti wadah pakan & minum, serta peralatan sanitasi untuk menjaga kesterilan kandang.

3. Pemilihan DOD atau Bibit Bebek Pedaging

Cara Memulai Budidaya Bebek Pedaging untuk Pemula
source image: ayamjoper.id

Jika kandang bebek sudah selesai dibuat, maka kamu dapat mulai memilih dan memesan bibit bebek pedaging atau DOD yang unggul.

Kamu bisa membeli bibit bebek pedaging yang berkualitas dari para peternak bebek yang sudah terpercaya.

Ciri-ciri bibit bebek pedaging yang bagus diantaranya yaitu:

  • Bergerak dengan aktif/ lincah
  • Sehat, tidak terdapat penyakit ataupun cacat fisik
  • Berusia 4 hari, dengan berat minimal 40gr
  • Memiliki bulu yang bersih & kering
  • Nafsu makan bagus
  • Tubuh tegap, dan mata jernih

4. Perawatan & Pemberian Pakan

Pada saat DOD atau bibit bebek pedaging sudah sampai di kandang yang kamu siapkan, berikan mereka minum berupa larutan gula merah agar tenaga mereka kembali setelah terguncang dalam perjalanan.

Setelah itu kamu mulai bisa memberikan minum berupa air putih yang dicampur dengan vitamin, untuk merangsang nafsu makan anak-anak bebek tersebut.

Pertumbuhan dan perkembangan bebek sangat tergantung dengan jenis pakan yang diberikan, serta frekuensi pemberian pakan di setiap fase usianya.

Ketika bebek berumur 1-14 hari, kamu bisa memberikan pakan jenis konsentrat 511 100%, yang dicampur dengan sedikit air sebanyak 5 kali dalam sehari.

Di 2 minggu pertama ini penuhi kebutuhan gizi dan nutrisi bebek-bebek dengan baik, karena ini adalah fase yang cukup penting.

Jika bebek-bebek tersebut sudah beranjak ke usia 15-20 hari, kamu mulai bisa memindahkannya ke kandang yang lebih luas/ besar. Berikan juga pakan bebek jenis grower, dengan pemberian 3 kali dalam sehari.

Di usia ini hingga masa panen tiba, kamu juga bisa memberikan pakan campuran yang bisa dibuat sendiri. Yaitu campurkan pakan konsentrat dengan persantase 40%, sisanya bisa kamu campur dengan dedak/ bekatul, tepung jagung, tepung ikan, ataupun tepung bulu unggas.

Disamping itu, kamu juga memberikan tambahan dedaunan seperti daun pepaya, daun pisang, dan daun mengkudu.

5. Masa Panen Ternak Bebek Pedaging

Jika bebek sudah masuk usia 35-40 hari, maka kamu sudah mulai bisa memilih/ mensortir bebek-bebek yang layak dipanen dan dikelompokkan berdasarkan kualitas dan ukuran/ beratnya.

Setelah proses tersebut selesai, kamu bisa mengkosongkan dan membersihkan kandang untuk periode ternak bebek pedaging selanjutnya.

Resiko Budidaya Bebek Pedaging

Resiko Budidaya Bebek Pedaging untuk pemula yang harus diketahui

Sudah menjadi hal yang umum, bahwa setiap usaha pasti memiliki resikonya masing-masing termasuk dalam usaha ternak bebek pedaging.

Namun kita tetap bisa melakukan upaya untuk meminimalisir resiko dalam usaha, sehingga tidak mengalami kerugian. Adapun pantangan dan resiko di dalam usaha ternak bebek pedaging diantaranya yaitu:

1. Resiko Kematian

Karena sektor usaha yang digeluti adalah berupa makhluk hidup, maka resiko kematian sudah menjadi hal yang umum terjadi.

Jika kamu adalah seorang pemula yang baru memulai ternak bebek pedaging, maka resiko kematian pada bebek kemungkinan akan kamu hadapi.

Hal tersebut bisa terjadi disebabkan oleh banyak faktor, baik dari serangan penyakit, proses perawatan yang kurang tepat, dan lain sebagainya.

Apabila kamu belum siap untuk menghadapi resiko tersebut, maka kamu dapat memulai budidaya bebek pedaging dari skala kecil terlebih dahulu. Semisal mulai dari merawat 25-50 ekor bebek.

Sehingga dari tahapan ini dapat melatih dan memudahkan kamu dalam memahami cara dan pola ternak bebek pedaging. Jika sudah bisa mendapatkan keuntungan, kamu bisa mulai menambah jumlah bebek yang akan diternakkan.

2. Resiko Kenaikan/ Tingginya Harga Pakan

Resiko lain yang biasa dihadapi oleh setiap peternak yaitu harga pakan dan harga jual yang ternak itu sendiri. Apabila harga pakan tinggi, maka dapat dipastikan biaya produksi akan ikut membengkak, dan berimbas pada penurunan keuntungan.

Sama halnya pada saat harga jual bebek mengalami penurunan, sehingga juga berdampak pada keuntungan yang diperoleh. Jika hal ini terjadi secara ekstrim, bisa jadi akan mengalami kerugian yang cukup besar.

Namun ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menangani resiko-resiko tersebut.

Jika harga pakan tinggi, salah satu solusinya yaitu kamu bisa membuat pakan sendiri dari bahan-bahan yang cukup murah. Seperti halnya dedak, karena harganya lebih murah dari pakan konsentrat.

Meski begitu tetap harus mempertimbangkan dan memperhatikan kandungan gizi pada pakan, agar bebek dapat tumbuh dengna optimal.

Kamu bisa memberikan beberapa pakan pilihan sebagai alternatif, seperti ampas tahu, nasi kering, biji kecipir, limbah tauge, tepung bekicot, dan sebagainya.

Sementara untuk mengatasi harga jual bebek yang rendah, maka kamu perlu membangun lebih banyak relasi pebisnis kuliner, pedagang, tengkulak, ataupun konsumen akhir.

Sehingga dengan begitu, meski harga bebek mengalami penurunan kamu tetap bisa menjualnya dengan harga yang normal bahkan lebih tinggi.

Sekian

Itulah beberapa tahapan yang perlu kamu perhatikan pada saat akan memulai budidaya bebek pedaging. Semoga dengan adanya pembahasan berikut dapat membantu kamu dalam memulai dan menjalankan usaha ternak bebek pedaging.

Jangan pernah ragu dan malu untuk memulai. Jika ada hal-hal yang ingin ditanyakan dan didiskusikan bisa langsung tulis di kolom komentar ya. Good Luck!

Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *