Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Mengenal 21+ Jenis Burung Hantu di Indonesia & Mancanegara

7 min read

Mengenal 21+ Jenis Burung Hantu di Indonesia & Mancanegara

Berbulu lebat dengan mata tajam, burung hantu memancarkan daya tarik yang unik dan misterius. Mereka dikenal sebagai predator yang tangguh dan menjadi simbol kebijaksanaan dalam banyak budaya.

Ada ratusan jenis burung hantu yang tersebar di seluruh dunia, masing-masing memiliki keunikan dan keindahan yang menakjubkan.

Dalam artikel ini, kita akan memperkenalkan beberapa jenis burung hantu dari berbagai belahan dunia, serta fakta menarik tentang mereka.

Mengenal Apa itu Burung Hantu?

Mengenal Apa itu Burung Hantu?
source image: pixabay.com/id

Burung hantu adalah kelompok burung pemangsa yang aktif pada malam hari. Mereka dikenal dengan ciri khas memiliki mata yang besar dan telinga yang terletak di sisi kepala.

Burung hantu juga memiliki bulu-bulu halus dan lembut yang membantu mereka terbang dengan tenang dan tanpa suara ketika berburu mangsa di malam hari.

Terdapat banyak spesies burung hantu di seluruh dunia, yang berbeda-beda dalam ukuran, warna bulu, dan perilaku.

Beberapa contoh spesies burung hantu yang terkenal antara lain burung hantu ekor panjang, burung hantu boreal, burung hantu pemakan tikus, dan burung hantu celepuk.

Baca Juga: Jenis-jenis Ikan Cupang Terpopuler di Indonesia Hingga Mancanegara

Burung hantu biasanya memakan hewan kecil seperti tikus, kelinci, dan burung-burung kecil, dan mereka menggunakan pendengaran mereka yang sangat baik untuk menangkap mangsa di malam hari.

Mereka juga dikenal sebagai predator yang efektif dalam menjaga keseimbangan ekosistem, karena mereka membantu mengendalikan populasi hewan kecil di lingkungan mereka.

Burung hantu juga memiliki keunikan dalam perilaku dan tradisi. Beberapa budaya menganggap burung hantu sebagai pembawa berita buruk atau bahkan simbol kematian, sementara di budaya lain, burung hantu dianggap sebagai simbol kebijaksanaan atau keberuntungan.

Meskipun demikian, burung hantu adalah hewan yang sangat penting dalam ekosistem dan pantas dijaga dan dilestarikan.

Jenis-jenis Burung Hantu di Indonesia

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis burung hantu yang tersebar di berbagai pulau dan habitatnya.

Berikut ini adalah beberapa jenis burung hantu di Indonesia beserta penjelasan lengkap dan rinci tentang masing-masing spesies:

1. Burung Hantu Celepuk

Burung Hantu Celepuk
source image: pinhome.com

Burung hantu celepuk (Otus manadensis) adalah spesies burung hantu kecil yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki ukuran tubuh yang kecil, dengan panjang tubuh sekitar 17-19 cm. Warna bulunya bervariasi dari abu-abu kecokelatan hingga cokelat kemerahan.

Burung ini juga memiliki lingkar mata berwarna putih yang menonjol di sekitar mata. Burung hantu celepuk biasanya hidup di hutan hujan tropis dan dataran rendah.

Mereka aktif pada malam hari dan memakan serangga, reptil, dan mamalia kecil.

2. Burung Hantu Kepala Tumpul

Burung Hantu Kepala Tumpul

Burung hantu kepala tumpul (Ninox scutulata) adalah spesies burung hantu dengan ukuran sedang yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 35-40 cm dan bulu-bulu yang berwarna cokelat kehitaman dengan bintik-bintik keputihan di bagian dada dan perut.

Burung hantu kepala tumpul biasanya hidup di hutan, lahan pertanian, dan pemukiman. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

3. Burung Hantu Betet

Burung hantu betet (Tyto alba)
source image: balisafarimarinepark.com

Burung hantu betet (Tyto alba) adalah spesies burung hantu besar yang memiliki ukuran tubuh yang besar.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 35-40 cm dengan sayap yang lebar.

Warna bulunya biasanya berwarna putih keabu-abuan dengan bercak-bercak kecokelatan di bagian atas tubuh.

Burung hantu betet biasanya hidup di hutan, ladang, dan perkotaan. Mereka memakan mamalia kecil, tikus, dan serangga.

4. Burung Hantu Jawa

Burung hantu Jawa (Strix javensis) adalah spesies burung hantu besar yang banyak ditemukan di Pulau Jawa.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 40-50 cm dengan warna bulu yang berbeda-beda pada bagian tubuh.

Bagian atas tubuhnya berwarna cokelat kehitaman dengan bintik-bintik keputihan dan bagian bawah tubuhnya berwarna putih kekuningan dengan garis-garis hitam.

Burung hantu Jawa biasanya hidup di hutan primer, hutan sekunder, dan lahan pertanian. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

5. Burung Hantu Celepuk Jawa

Burung hantu celepuk Jawa (Otus angelinae) adalah spesies burung hantu kecil yang endemik di Pulau Jawa.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 20-22 cm dengan warna bulu abu-abu kebiruan dan bintik-bintik keputihan pada bagian atas tubuh.

Burung hantu celepuk Jawa biasanya hidup di hutan primer dan hutan sekunder. Mereka memakan serangga, reptil, dan mamalia kecil.

6. Burung Hantu Kerdil

Burung hantu kerdil (Glaucidium brodiei)

Burung hantu kerdil (Glaucidium brodiei) adalah spesies burung hantu kecil yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 15-17 cm dengan bulu yang berwarna abu-abu kecokelatan di bagian atas tubuh dan putih keabu-abuan di bagian bawah tubuh.

Burung hantu kerdil biasanya hidup di hutan primer, hutan sekunder, dan lahan pertanian. Mereka memakan serangga, mamalia kecil, dan burung-burung kecil.

7. Burung Hantu Punggok Jawa

Burung hantu punggok Jawa (Megascops javensis) adalah spesies burung hantu kecil yang endemik di Pulau Jawa.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 17-19 cm dengan bulu berwarna cokelat keabu-abuan dengan bintik-bintik putih di bagian atas tubuh.

Burung hantu punggok Jawa biasanya hidup di hutan sekunder dan daerah terbuka. Mereka memakan serangga, mamalia kecil, dan burung-burung kecil.

8. Burung Hantu Rimba

Burung hantu rimba (Ninox obscura) adalah spesies burung hantu dengan ukuran sedang yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 28-32 cm dengan bulu berwarna cokelat keabu-abuan dengan bintik-bintik putih di bagian dada dan perut.

Burung hantu rimba biasanya hidup di hutan primer dan hutan sekunder. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

9. Burung Hantu Sriganti

Burung hantu sriganti (Strix seloputo) adalah spesies burung hantu besar yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 40-50 cm, bulu berwarna cokelat kehitaman dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuh dan putih kekuningan dengan garis-garis hitam di bagian bawah tubuh.

Burung hantu sriganti biasanya hidup di hutan primer dan hutan sekunder. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

10. Burung Hantu Telinga Lebar

Burung hantu telinga lebar (Asio otus)

Burung hantu telinga lebar (Asio otus) adalah spesies burung hantu dengan ukuran sedang yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 35-40 cm dengan bulu berwarna cokelat keabu-abuan dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuh dan putih keabu-abuan di bagian bawah tubuh.

Burung hantu telinga lebar biasanya hidup di hutan, lahan pertanian, dan perkotaan. Mereka memakan mamalia kecil, burung-burung kecil, dan serangga.

11. Burung Hantu Tutul

Burung hantu tutul (Strix uralensis) adalah spesies burung hantu yang berukuran besar.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 60-68 cm, dengan bulu berwarna cokelat kemerahan dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuh dan putih keabu-abuan di bagian bawah tubuh.

Burung hantu tutul biasanya hidup di hutan primer dan hutan sekunder. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

12. Burung Hantu Tutut

Burung hantu tutut (Otus mantananensis)

Burung hantu tutut (Otus mantananensis) adalah spesies burung hantu kecil yang banyak ditemukan di Indonesia.

Burung ini memiliki panjang tubuh sekitar 20-23 cm dengan bulu berwarna cokelat keabu-abuan di bagian atas tubuh dan putih keabu-abuan di bagian bawah tubuh.

Burung hantu tutut biasanya hidup di hutan primer, hutan sekunder, dan daerah terbuka. Mereka memakan serangga, mamalia kecil, dan burung-burung kecil.

Itulah beberapa jenis burung hantu yang dapat ditemukan di Indonesia. Masing-masing jenis burung hantu memiliki ciri khas dan perilaku yang berbeda-beda, serta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem di habitatnya.

Kehadiran burung hantu di alam juga dapat memberikan keindahan dan nilai estetika yang tinggi bagi manusia.

Jenis-jenis Burung Hantu di Dunia Mancanegara

Berikut adalah beberapa jenis burung hantu yang ditemukan di mancanegara beserta penjelasannya:

1. Burung Hantu Boreal

Burung Hantu Boreal

 

Burung hantu boreal atau juga dikenal dengan nama Great Gray Owl (Strix nebulosa) adalah jenis burung hantu terbesar di dunia.

Burung ini dapat ditemukan di Amerika Utara dan Eropa Utara. Burung hantu boreal memiliki warna bulu abu-abu yang mengesankan, dengan leher dan bahu yang lebih gelap dan garis-garis putih di bagian bawah tubuhnya.

Mereka memakan hewan kecil seperti tikus, tupai, kelinci, dan burung.

2. Burung Hantu Salju

Burung Hantu Salju

Burung hantu salju atau juga dikenal dengan nama Snowy Owl (Bubo scandiacus) adalah spesies burung hantu besar yang berasal dari Arktik.

Burung ini memiliki bulu putih yang indah, dengan sedikit bercak hitam di sekitar mata. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

3. Burung Hantu Bintik-bintik

Burung hantu bintik-bintik atau juga dikenal dengan nama Spotted Owl (Strix occidentalis)
source image: kqed.org

Burung hantu bintik-bintik atau juga dikenal dengan nama Spotted Owl (Strix occidentalis) adalah spesies burung hantu yang hanya ditemukan di Amerika Utara.

Burung ini memiliki bulu cokelat keabu-abuan yang indah, dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuhnya. Mereka memakan mamalia kecil seperti tikus dan kelinci.

4. Burung Hantu Tengah Malam

Burung hantu tengah malam atau juga dikenal dengan nama Tawny Owl (Strix aluco)
source image: birdfact.com

Burung hantu tengah malam atau juga dikenal dengan nama Tawny Owl (Strix aluco) adalah jenis burung hantu yang umum ditemukan di seluruh Eropa dan Asia Barat Daya.

Burung ini memiliki warna bulu cokelat kemerahan yang indah, dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuhnya.

Mereka memakan mamalia kecil seperti tikus, kelinci, dan burung-burung kecil.

5. Burung Hantu Horned

Burung hantu horned atau juga dikenal dengan nama Great Horned Owl (Bubo virginianus)
source image: allaboutbirds.org

Burung hantu horned atau juga dikenal dengan nama Great Horned Owl (Bubo virginianus) adalah spesies burung hantu besar yang ditemukan di seluruh Amerika Utara dan Amerika Selatan.

Burung ini memiliki bulu cokelat tua yang indah, dengan telinga bulat dan bulu yang menonjol seperti tanduk di atas kepalanya. Mereka memakan mamalia kecil, burung, dan serangga.

6. Burung Hantu Elf

Burung hantu elf atau juga dikenal dengan nama Elf Owl (Micrathene whitneyi) adalah spesies burung hantu kecil yang hanya ditemukan di Amerika Utara.

Burung ini memiliki bulu cokelat kemerahan yang indah, dengan bintik-bintik putih di bagian atas tubuhnya.

Mereka memakan serangga kecil, burung-burung kecil, dan mamalia kecil seperti tikus dan kelinci.

7. Burung Hantu Blakiston

Burung hantu Blakiston atau juga dikenal dengan nama Blakiston’s Fish Owl (Bubo blakistoni) adalah spesies burung hantu terbesar di dunia.

Burung ini dapat ditemukan di Rusia, Korea, dan Jepang. Habitat alami burung ini adalah hutan-hutan yang dekat dengan sungai dan danau.

Jenis-jenis Burung Hantu Dilindungi

Jenis-jenis Burung Hantu Dilindungi

Berikut adalah beberapa jenis burung hantu yang dilindungi dan penjelasannya:

1. Burung Hantu Celepuk

Burung hantu celepuk atau juga dikenal dengan nama Spotted Wood Owl (Strix seloputo) adalah spesies burung hantu yang dilindungi di Indonesia.

Burung ini memiliki bulu coklat keabu-abuan dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuhnya.

Habitat alami burung ini adalah hutan-hutan tropis, perkebunan, dan taman kota.

Populasi burung hantu celepuk di alam terancam akibat perusakan habitat dan perburuan liar.

2. Burung Hantu Jawa

Burung hantu jawa atau juga dikenal dengan nama Javan Owlet (Glaucidium castanopterum) adalah spesies burung hantu yang hanya ditemukan di Pulau Jawa, Indonesia.

Burung ini memiliki bulu coklat kemerahan dengan bintik-bintik keputihan di bagian atas tubuhnya.

Habitat alami burung ini adalah hutan tropis dan pegunungan. Populasi burung hantu jawa di alam terancam akibat perusakan habitat dan perburuan liar.

3. Burung Hantu Raja

Burung hantu raja atau juga dikenal dengan nama Brown Fish Owl (Ketupa zeylonensis) adalah spesies burung hantu yang dilindungi di India, Sri Lanka, dan Nepal.

Burung ini memiliki bulu coklat keabu-abuan dengan bercak-bercak hitam dan putih di bagian atas tubuhnya.

Habitat alami burung ini adalah hutan-hutan tropis, sungai, dan perairan yang mengalir.

Populasi burung hantu raja di alam terancam akibat perusakan habitat dan perburuan liar.

4. Burung Hantu Enggang

Burung hantu enggang atau juga dikenal dengan nama Bornean Bristlehead (Pityriasis gymnocephala) adalah spesies burung hantu yang dilindungi di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Burung ini memiliki bulu hitam berkilau dengan bulu-bulu putih dan merah di kepala dan leher.

Habitat alami burung ini adalah hutan-hutan tropis di Borneo.

Populasi burung hantu enggang di alam terancam akibat perusakan habitat dan perburuan liar.

5. Burung Hantu Elang

Burung hantu elang atau juga dikenal dengan nama Eagle Owl (Bubo bubo) adalah spesies burung hantu yang dilindungi di Eropa, Asia Barat Daya, dan Afrika Utara.

Burung ini memiliki bulu coklat tua dengan bercak-bercak putih di bagian atas tubuhnya. Habitat alami burung ini adalah hutan-hutan dan pegunungan.

Populasi burung hantu elang di alam terancam akibat perburuan liar dan perusakan habitat.

Itulah beberapa jenis burung hantu yang dilindungi. Penting bagi kita untuk memahami pentingnya konservasi dan menjaga keberlangsungan hidup burung hantu serta habitatnya.

Upaya konservasi seperti pelestarian habitat, penangkaran, dan pengawasan dapat membantu dalam meminimalisir ancaman terhadap burung hantu dan menjaga populasi mereka agar tetap stabil.

Perlu juga diingat bahwa melindungi burung hantu bukan hanya untuk kepentingan mereka saja, tetapi juga untuk kepentingan ekosistem dan keberlangsungan hidup manusia.

Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *