Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Cara Jitu Budidaya Jangkrik Skala Rumahan Bisa Untung Besar

6 min read

Cara Jitu Budidaya Jangkrik dari Skala Rumahan Sampai Besar

Cara Budidaya Jangkrik untuk Pemula – Saat ini budidaya jangkrik menjadi salah satu trend bisnis yang digemari oleh para pebisnis pemula di sektor peternakan. Bukan tanpa alasan, sebab bisnis satu ini memiliki perkembangan yang cukup baik hingga saat ini.

Jangkrik yang menjadi salah satu serangga paling banyak digunakan sebagai pakan hewan peliharaan dan ternak ini, memiliki banyak sekali peminat.

Selain itu, cara budidayanya yang terbilang cukup mudah sebagaimana budidaya maggot BSF. Oleh karena itu, jika kamu penasaran bagaimana cara memulai dan menjalankannya yuk simak pembahasan berikut!

Cara Budidaya Jangkrik untuk Pemula

Apabila kamu tertarik untuk memulai usaha ternak jangkrik, sebelumnya kamu dapat melihat video di atas hingga selesai. Jika sudah, silahkan untuk kembali menyimak pembahasan berikut!

Berikut ini adalah beberapa tahapan yang perlu kamu lakukan pada saat akan memulai usaha jangkrik:

1. Mengenal Karakteristik Jangkrik

Untuk tahap pertama, kamu dapat mulai mengenali karakteristik jangkrik terlebih dahulu. Jangkrik ini adalah salah satu hewan jenis herbivora pemakan daun-daunan/ rerumputan yang hidup di alam bebas.

Apabila dalam lingkungan budidaya, ia biasa diberi pakan berupa sayuran hijau yang memiliki banyak kandungan air seperti bayam, sawi, selada, mentimun, dan lain sebagainya.

Jangkrik juga cenderung menyukai tempat yang gelap, sehingga seringkali ia hanya keluar dan berbunyi di malam hari.

2. Menentukan Lokasi Budidaya

Setelah mengenal karakteristik dari jangkrik, selanjutnya tinggal menentukan lokasi untuk budidaya. Kamu dapat memilih lokasi yang cukup tenang, sunyi, dan teduh.

Untuk bisa menyesuaikan suhu ruangan, pastikan tempat budidaya memiliki sirkulasi udara yang cukup baik.

Hindari lokasi budidaya yang ramai dan bising, seperti pinggir jalan raya dan pasar. Lingkungan yang cukup jauh dari keramaian atau aktivitas manusia lebih digemari oleh jangkrik.

Selain itu, ruangan tempat ternak jangkrik usahakan jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung.

Baca juga => Cara Budidaya Cacing Sutra Skala Rumahan Sampai Menghasilkan!

3. Mempersiapkan Kandang untuk Budidaya

Kandang untuk budidaya jangkrik
source image: pinhome.com

Kandang yang akan digunakan untuk ternak jangkrik dapat dibuat menggunakan berbagai macam bahan, mulai dari kardus, papan/ triplek, dan sebagainya.

Bentuk dari kandang jangkrik bisa dibuat berupa kotak seperti peti, dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 60 cm, dan tinggi antara 30 – 40 cm.

Untuk ukuran ini sendiri opsional, kamu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan luas tempat yang dimiliki.

Pastikan untuk menggunakan lem di setiap sambungan dan sudut kotak agar jangkrik yang baru menetas tidak keluar melalui celah sambungan. Sebab ukuran jangkrik yang baru menetas sangat kecil.

Permukaan bagian atas harus dibuat bisa dibuka tutup menggunakan engsel. Kemudian pada sisi muka dan bagian belakang diberi lubang ventilasi ukuran 50 cm x 7 cm, posisi lubang sekitar 10 cm dari atas.

Kemudian ventilasi dapat ditutup dengan kasa kawat yang berukuran halus, hal tersebut agar jangkrik kecil tidak dapat kabur.

Pasang kaki-kaki di keempat sudut kotak, dengan ukuran kurang lebih 10 cm.

Letakkan mangkuk yang diisi cairan seperti air/ oli/ cairan lain di bawah kaki-kaki agar mencegah hama masuk ke dalam kandang.

4. Mulai Pembibitan Jangkrik

Setelah selesai menyiapkan kandang, selanjutnya yaitu melakukan pembibitan. Bibit jangkrik usahakan yang benar-benar sehat, tidak cacat, dan berusia sekitar 10-20 hari.

Umumnya calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas. Sebab ia memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik/

Namun jika memang sulit mendapatkan jangkrik hasil tangkapan, kamu dapat membeli jangkrik indukan dari peternak jangkrik atau penjual pakan ternak.

Adapun untuk indukan terbagi menjadi dua, yaitu indukan betina dan indukan jantan.

Cara membedakannya, untuk indukan jangkrik jantan hanya memiliki 2 buah ekor dan bentuk sayap yang tidak beraturan. Sementara indukan jangkrik betina memiliki 3 buah ekor, dan tekstur sayapnya lurus vertikal serta tidak mengeluarkan bunyi.

5. Pengawinan Jangkrik

Untuk pengawinan jangkrik, tempat yang digunakan lebih baik terpisah dari tempat pembesaran anakan.

Kondisi kandang atau tempat untuk pengawinan sebaiknya dibuat sebagaimana habitat jangkrik di alam. Dinding kandang dapat diolesi dengan tanah liat, semen putih, serta diberi daun-daunan kering seperti daun jati, daun pisang, dlsb.

Kemudian jangkrik yang akan dikawinkan pastikan berasal dari spesies atau jenis yang sama.

Apabila induk jangkrik jantan dan induk jangkrik betina berbeda jenis, maka pengawinan tidak akan jadi.

Jadi untuk mengawinkan jangkrik, pertama masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10:2.

Di dalam kandang/ tempat pengawinan, siapkan bak khusus yang berisi pasir/ tanah untuk dijadikan tempat bertelur.

Selama fase pengawinan tersebut, indukan jangkrik jantan akan mengeluarkan suara derikan secara terus menerus. Telur biasanya akan diletakan di dalam pasir atau tanah.

Berikut adalah tips-tips selama proses mengawinkan indukan jangkrik:

  • Indukan jangkrik harus mendapatkan asupan makanan yang cukup seperti kubis, kangkung, sawi, bayam, daun pepaya, dan sayuran hijau lainnya.
  • Buang sisa makanan setiap hari, jangan biarkan makanan membusuk di kandang.
  • Ramuan khusus untuk jangkrik yang sedang dikawinkan, misal bekatul,  tepung ikan, kuning telur bebek yang sudah direbus dan dihaluskan, dan ditambah beberapa vitamin.

6. Penanganan Jangkrik yang Bertelur

Telur jangkrik umumnya akan menetas setelah 7 hingga 10 hari sejak pengawinan. Maksimal setelah 5 hari induk betina bertelur, pisahkan telur-telur tersebut.

Hal ini untuk menghindari induk jangkrik memakan telur-telurnya sendiri.

Kamu dapat memindahkan telur-telur tersebut ke dalam kandang penetasan, yang sekaligus pembesaran anakan.

Umumnya warna telur yang sudah dibuahi akan berubah dari bening menjadi agak keruh. Dan setelah 4 hingga 6 hari biasanya telur akan menetas.

Baca juga => Cara Mudah Budidaya Semut Kroto di Lahan Terbatas

Cara Memanen Hasil Budidaya Jangkrik

Cara Memanen Hasil Budidaya Jangkrik
source image: https://pixabay.com/id/

Setelah mengetahui bagaimana persiapan dan cara memulai budidaya jangkrik, selanjutnya kamu perlu mengetahui proses dan cara memanen hasil budidaya.

Pada dasarnya saat membudidaya jangkrik ada dua opsi yang dapat dipanen, pertama yaitu jangkrik dewasa dan kedua telur jangkrik.

Berikut ini adalah persiapan yang perlu dilakukan pada saat masa panen hasil budidaya jangkrik:

1. Telur

Telur jangkrik biasanya dijual dengan harga yang lebih tinggi daripada harga jangkrik itu sendiri. Biasanya telur jangkrik dijual kepada para peternak jangkrik khusus pembesaran.

Kamu juga dapat menawarkan dan menjual telur jangkrik kepada penjual hewan atau menjadi distributor. Untuk harga dapat disesuaikan dengan kesepakatan bersama.

2. Jangkrik

Untuk jangkrik sendiri, kamu sudah dapat memanennya pada saat mencapai usia kurang lebih 30 hari. Usia ini terhitung sejak jangkrik menetaas.

Sehingga jangan lupa untuk mencatat setiap tanggal panen jangkrik.

Ciri-ciri Calon Indukan Jangkrik Terbaik

Selain mengetahui cara dan proses panen hasil pembudidayaan jangkrik, kamu juga perlu mengetahui ciri-ciri calon indukan jangkrik yang memiliki kualitas unggul.

A. Ciri Indukan Jangkrik Betina Berkualitas

  1. Antena/ sungut panjang dan lengkap
  2. Kondisi kaki sehat, lengkap tidak ada luka/ cacat
  3. Gerakannya agresif, gesit, aktif, dapat melompat dengan baik
  4. Ukuran tubuh besar dan seragam
  5. Warna mengkilap dan sempurna
  6. Sehat dan tidak ada ciri-ciri terkena penyakit/ hama
  7. Tidak mengerik
  8. Permukaan sayap dan punggung halus, dan tidak bergelombang
  9. Terdapat ovipositor pada bagian bawah

B. Ciri Indukan Jangkrik Jantan Berkualitas

  1. Antena/ sungut panjang dan lengkap
  2. Kondisi kaki lengkap, sehat, tidak ada cacat/ luka
  3. Gerakan aktif, gesit, dapat melompat dengan baik
  4. Ukuran tubuh besar dan seragam
  5. Warna tubuh mengkilap dan hitam sempurna
  6. Sehat, tidak ada ciri-ciri terserang penyakit/ hama
  7. Selalu mengerik
  8. Permukaan sayap dan punggung kasar, tampak bergelombang

Tips Saat Budidaya Jangkrik

Tips Saat Budidaya Jangkrik
source image: lipuan6.com

Tentu pada saat memutuskan untuk mulai beternak, kita tidak akan pernah terlepas dari namanya gangguan. Baik itu hama, penyakit, dan lain sebagainya.

Khusus untuk budidaya jangkrik, kamu dapat mengikuti beberapa tips berikut:

  • Hindarkan jangkrik dari gangguan tikus, kecoak, semut, laba-laba, dlsb.
  • Berikan makanan secara berkala, sebab jangkrik dapat menjadi kanibal apabila ketersediaan makan terbatas/ kurang.
  • Pemberian pakan khusus jangkrik anakan berusia 1-10 hari yaitu pakan ayam (voer) yang terbuat dari kacang kedelai, beras merah, dan jagung kering yang dihaluskan.
  • Anakan jangkrik dapat diberi pakan sayur-sayuran dan jagung muda apabila sudah melewati usia 10 hari.
  • Jaga kondisi kandang agar selalu higenis dan bersih, serta jangkrik terhindar dari penyakit.
  • Kondisi kandang pastikan gelap dan lembap.
  • Buang sisa makanan setiap hari, jangan dibiarkan membusuk di dalam kandang.
  • Kandang yang baru dibuat lebih baik dicuci terlebih dahulu, jangan sampai masih berbau vinyl apabila terbuat dari triplek.
  • Periksa cairan yang berada di mangkuk yang diletakkan di kaki-kaki kandang, jangan sampai mengering.

Jenis Jangkrik yang Banyak Dibudidayakan

Di dalam budidaya jangkrik, terdapat beberapa jenis jangkrik yang sering dibudidayakan. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Jangkrik Cokelat

Jangkrik cokelat adalah jenis jangkrik yang aktif serta memiliki ukuran tubuh lebih panjang. Kebanyakan persebaran jangkrik cokelat yaitu di daerah Jawa Barat, dan Sumatera bagian Barat.

2. Jangkrik Madu (Jamaican Cricket)

Jangkrik madu memiliki ciri-ciri berupa antena yang panjang berwarna kekuningan. Masa panen untuk jangkrik madu terbilang cukup lama, yaitu hampir usia 2 bulan.

3. Jangkrik Kalung (Gryllus Bimaculatus)

Dilansir dari bosternak, jenis jangkrik satu ini adalah yang paling umum dibudidayakan di Indonesia.

Jangkrik dengan jenis ini memiliki perkembangan tubuh yang lebih cepat dan bobot panen yang lebih berat.

Jangkrik kalung hanya membutuhkan waktu sekitar 25-30 hari untuk bisa dipanen, biasanya diperuntukan sebagai pakan burung.

4. Jangkrik Seliring (Teleogryllus Mitratus)

Jangkrik jenis seliring ini mudah ditemui di daerah persawahan dan ladang. Jangkrik ini paling banyak diminati oleh peternak jangkrik pemula, sebab mudah dibudidayakan.

Masa panen jenis jangkrik satu ini sekitar 30-35 hari. Jenis jangkrik ini juga banyak disukai oleh burung kicau, karena kandungan airnya yang lebih sedikit.

5. Jangkrik Tropis (Gryllodes Sigillatus)

Jangkrik tropis termasuk jenis jangkrik yang liar. Selain itu, ia juga dapat dibilang cukup sulit untuk dibudidayakan.

Ukuran tubuhnya juga lebih kecil daripada jangkrik jenis kalung. Jangkrik ini biasa digunakan orang-orang sebagai umpan mancing/ pakan ikan.

6. Jangkrik Alam (Acheta Domesticus)

Jangkrik alam memiliki masa panen yang tidak terlalu lama. Ukuran tubuhnya juga lebih kecil daripada jenis jangkrik-jangkrik yang lain.

Di luar negri, jenis jangkrik alam sering dibudidayakan dan dijadikan sebagai makanan ringan untuk program diet. Karena ia kaya akan kandungan protein.

7. Jangkrik Jeliteng

Jangkrik jeliteng juga termasuk ke dalam jenis jangkrik yang banyak dibudidayakan, karena mudah dipelihara dan mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar.

Selain itu, ia juga tidak mudah stres dan daya telur yang dihasilkan berkisar antara 60-100 telur.

Jangkrik jenis ini banyak dibudidayakan biasa digunakan sebagai aduan.

8. Jangkrik Jerabang

Jangkrik jerabang termasuk ke dalam jenis jangkrik yang mudah dibudidaya, ia biasa digunakan sebagai pakan ikan hias atau burung kicau.

9. Jangkrik Kidang

Sama halnya dengan jenis jangkrik lainnya, jenis jangkrik ini dibudidayakan untuk dijadikan pakan hewan peliharaan ataupun hewan ternak. Waktu yang dibutuhkan untuk ternak juga terbilang singkat, yaitu sekitar 30 hari.

Analisa dan Keuntungan Budidaya Jangkrik

Dari hasil perhitungan analisis usaha, ternak jangkrik dapat dibilang cukup menggiurkan karena keuntungan yang diperoleh bisa mencapai lebih dari separuh modal.

Di bawah ini adalah analisa dan estimasi modal beserta keuntungan ternak jangkrik untuk pemula yang dapat kamu pelajari.

Estimasi Modal Ternak Jangkrik:

  • Kandang/ Kotak Jangkrik 1 buah @Rp. 250.000 = Rp. 250.000
  • Etray Bekas/ Tempat Telur Ayam 1 Ikat @Rp. 17.000 per kandang membutuhkan (±) 3 ikat = Rp. 51.000
  • Telur Jangkrik 1kg @Rp. 200.000 = Rp. 200.000
  • Voer Ayam/ Sentart Ayam 511 (50kg) atau 1 karung = Rp. 340.000
  • Sayuran 30 hari @Rp. 3.000 = Rp. 90.000
  • Total Modal = Rp. 931.000

Estimasi Keuntungan Ternak Jangkrik Setelah Panen:

  • Anggap dapat hasil 80kg jangkrik x @Rp. 25.000 = Rp. 2.000.000 (Untuk harga jangkrik dewasa di setiap daerah berbeda-beda, sesuai dengan pasaran. Untuk daerah Jakarta per Kg bisa mencapai harga Rp. 100.000)

Laba Bersih dari Hasil Ternak Jangkrik:

  • Hasil Panen – (Modal Awal + Biaya Angkut) = Laba Bersih
  • Rp. 2.000.000 – (Rp. 931.000 + Rp. 25.000) = Rp. 1.440.000

Sumber Referensi:

  • https://www.99.co/blog/indonesia/cara-jitu-budidaya-jangkrik/
  • https://www.pinhome.id/blog/cara-ternak-jangkrik-untuk-pemula-agar-sukses/#Cara_Ternak_Jangkrik
  • https://www.merdeka.com/jabar/cara-ternak-jangkrik-untuk-pemula-mudah-dan-anti-gagal-kln.html
  • https://hot.liputan6.com/read/3927389/cara-ternak-jangkrik-untuk-pemula-mudah-dan-murah
  • https://gdm.id/ternak-jangkrik/
Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *