Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

5+ Tips Budidaya Kutu Air [Peluang Usaha Masa Kini]

6 min read

5+ Tips Budidaya Kutu Air [Bisa Raup Untung Ratusan Ribu Per Hari]

Cara Budidaya Kutu Air – Memelihara ikan hias masih menjadi trend dan banyak digemari oleh masyarakat Indonesia di berbagai kalangan. Baik dari anak-anak, sampai orang dewasa.

Sehingga seiring dengan bertambahnya jumlah peminat dan permintaan ikan hias, maka kebutuhan akan pakan terbaik untuk ikan hias juga turut naik. Salah satunya adalah, kutu air.

Kutu air sendiri saat ini juga menjadi salah satu peluang usaha yang sedang dibidik oleh banyak masyarakat, karena melihat prospeknya yang cukup baik.

Untuk mengetahui apa saja manfaat kutu air dan bagaimana cara membudidayakannya, yuk simak pembahasan berikut hingga tuntas.

Apa itu Kutu Air?

Bagi sebagian orang, kutu air mungkin menjadi salah hal yang tidak berguna bahkan merugikan. Namun bagi para penggemar ikan hias, ternyata kutu air menjadi salah satu jenis pakan alami yang baik untuk ikan.

Dilansir dari Wikipedia, kutu air merupakan sebutan awam untuk sejumlah krustasea kecil penghuni air. Kutu air tidak termasuk serangga dan tidak hidup sebagai parasit, sebagaimana kebanyakan kutu yang hidup di luar air.

Secara taksonomi, hewan yang disebut dengan kutu air termasuk ke dalam genera daphniacyclopsbosmina, dan diaptomus.

Kutu air adalah, hewan kecil air tawar yang masuk ke dalam klasifikasi makhluk zooplankton yang memiliki ukuran sangat kecil dengan bentuk tubuh menyerupai udang.

Hewan kecil satu ini biasa hidup di perairan seperti sungai, tambak, selokan, genangan air, dan lain sebagainya.

Adapun warna tubuh yang dimiliki oleh kutu air umumnya kemerah-merahan atau hijau, yang biasa hidup bergerombol di area air tertentu.

Jenis-jenis Kutu Air

Jenis-jenis Kutu Air
source image: ikanesia.id

Kutu air sendiri terbagi menjadi beberap jenis, namun yang biasa digunakan sebagai pakan ikan hias adalah kutu air dengan jenis moinadaphnia, dan chydorus.

Kutu air dengan jenis moina memiliki ukuran (±) 1,8 milimeter apabila dibiarkan di dalam air selama 1 hari.

Kemudian untuk jenis kutu air daphnia memiliki ukuran (±) 0.2 hingga 5 milimeter dengan tubuh yang transparan.

Sementara kutu air dengan jenis chydorus memiliki ukuran (±) 0.3 milimeter saja, dengan ciri-ciri tubuh sebagai berikut:

  • Tidak memiliki kaki
  • Tidak memiliki antena
  • Menggunakan bulu-bulu di badannya untuk bergerak

Beberapa alasan kenapa hanya 3 jenis kutu air tersebut yang biasa digunakan untuk pakan ikan hias adalah, sebab ketiga jenis kutu air tersebut paling mudah ditemukan di daerah-daerah di Indonesia.

Selain itu, ketiga jenis kutu air tersebut juga cukup mudah dibudidayakan walaupun hanya menggunakan media yang sederhana.

Jenis-jenis kutu air yang sudah disebutkan di atas juga terbukti dapat menambah asupan protein terhadap ikan-ikan hias, tanpa perlu khawatir ada efek samping apabila mengkonsumsi kutu air jenis tersebut.

Baca juga => Cara Budidaya Maggot di Lahan Terbatas

Manfaat Kutu Air untuk Pakan Ikan

Manfaat Kutu Air untuk Pakan Ikan
source image: https://pixabay.com/id/photos/ikan-koi-ikan-kolam-air-koi-7071556/

Sebelum memulai budidaya kutu air secara langsung, alangkah baiknya jika kamu terlebih dahulu mengetahui apa saja manfaat dari kutu air ini.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari kutu air yang perlu kamu ketahui:

1. Sebagai Pakan Alami

Kutu air secara alami banyak berada di perairan di mana tempat ikan yang sekarang banyak dipelihara sebagai ikan hias hidup. Manfaat kutu air untuk pakan ikan salah satunya adalah, sebagai pakan alami.

2. Membantu Memenuhi Kebutuhan Nutrisi Ikan

Kutu air adalah salah satu jenis pakan ikan yang memiliki nilai nutrisi cukup tinggi, sebagaimana cacing tanah. Sehingga dengan memberikannya pada ikan, dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang dibutuhkan oleh ikan.

3. Membantu Proses Perkembangan Ikan

Sebagai salah satu pakan yang memiliki kandungan nutrisi dan protein yang cukup tinggi, kutu air dapat membantu dengan baik dalam proses perkembangan ikan.

4. Mudah Dikembangbiakkan

Selain 3 manfaat yang sudah disebutkan di atas, kutu air sebagai salah satu jenis pakan ikan yang baik juga cukup mudah untuk dikembang biakkan.

Sehingga dengan kemudahan tersebut, para pemilik ikan hias akan lebih mudah dalam memilih jenis pakan alami bagi ikan-ikan yang dipelihara.

5. Mengatasi Ikan yang Nafsu Makannya Berkurang

Tidak hanya manusia, ikan-ikan pun terkadang juga memiliki nafsu makan yang berkurang. Oleh karena itu, sebagai salah satu pakan alami kutu air dapat membantu mengatasi nafsu makan yang berkurang pada ikan.

6. Mencegah Penyakit Pada Ikan

Dengan menjadikan kutu air sebagai pakan, tentu ikan-ikan yang dipelihara akan berada pada kondisi nutrisi yang baik. Sehingga dengan nutrisi yang terjaga, maka ikan-ikan hias dapat terhindar dari segala bentuk penyakit.

Baca juga => Cara Budidaya Cacing Tanah Paling Mudah!

Cara Budidaya Kutu Air untuk Pemula

Setelah mengetahui mengenai apa itu kutu air dan apa saja manfaat yang diberikan oleh kutu air, berikutnya kita masuk pada pembahasan inti yaitu cara budidaya kutu air.

Namun sebelumnya, kamu dapat terlebih dahulu menonton video referensi di atas sampai selesai. Jika sudah, mari kita lanjutkan pembahasannya.

Kutu air ini dapat tumbuh seperti plankton, mereka hidup berkelompok dalam jumlah yang besar baik di dalam danau, tangki, hingga ember.

Sehingga dengan begitu kamu dapat membudidayakan kutu air secara mandiri. Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu kamu lakukan saat membudidayakan kutu air:

1. Mencari Bibit Kutu Air untuk Budidaya

Sebelum memulai ternak kutu air, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mencari bibit kutu air unggul untuk budidaya.

Saat ini jika kamu malas untuk mencari bibit kutu air secara langsung, kamu dapat membelinya di e-commerce atau marketplace.

Namun kamu juga dapat mencari atau membuat kutu air sendiri. Kamu dapat menjumpai kutu air di selokan dan genangan air.

Adapun untuk membuat, kamu perlu menyiapkan beberapa hal yang akan dijelaskan di bawah (poin no. 3).

2. Mempersiapkan Wadah untuk Budidaya Kutu Air

Apa wadah yang baik untuk budidaya kutu air? Untuk budidaya kutu air, kamu dapat memulai dengan menggunakan wadah berupa bak yang terbuat dari beton.

Apabila tidak ada, kamu dapat menggunakan kulkas ukuran kecil yang sudah tidak dipakai atau kolam yang terbuat dari bahan fiber.

Sebelum mengisi wadah dengan air, taburilah wadah tersebut dengan kapur terlebih dahulu untuk menetralkan tingkat keasaman.

Selain itu, kamu juga tidak memerlukan air yang banyak untuk ternak kutu air. Sebab kutu air tidak membutuhkan wadah/ kolam yang dalam untuk hidup.

Sebagai catatan, untuk wadah ini sendiri dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan budidaya.

Apakah kamu ingin memulai budidaya dengan skala kecil terlebih dahulu, atau langsung memulai dengan skala besar.

3. Membuat Bibit untuk Budidaya Kutu Air

Jika kamu memilih ternak kutu air dengan cara membuat bibit sendiri, kamu perlu mempersiapkan beberapa bahan seperti sayur busuk, air got, dan kotoran ayam.

Namun kali ini, saya akan membagikan contoh mengenai cara membuat bibit kutu air menggunakan sayur kol yang sudah busuk.

  • Cucilah kol yang sudah busuk
  • Masukan kol ke dalam wadah yang sudah diisi dengan air
  • Diamkan selama 1 minggu
  • Seiring dengan waku, kotoran dari sayur kol busuk tersebut akan turun ke dasar wadah/ kolam
  • Pada saat kotoran turun ke dasar air, maka akan mulai bermunculan bibit kutu air yang akan menjadi pakan ikan hias
  • Hindarkan wadah tersebut dari sinar matahari secara langsung

4. Memperhatikan Air

Selanjutnya cara ternak kutu air yang baik, kamu perlu untuk memperhatikan air yang digunakan.

Jenis air yang baik untuk budidaya kutu air yaitu air yang sudah tua.

Untuk mendapatkan air tersebut, kamu dapat menuangkan air ke dalam wadah yang sudah disiapkan. Seiring dengan waktu, kotoran yang ada pada permukaan akan mulai turun ke dasar wadah.

Maka apabila air sudah berubah warna menjadi cokelat kehijauan, plankton dan tumbuhan renik mulai tumbuh dalam wadah ternak kutu air tersebut.

Saat itu terjadi, segera ganti air dalam wadah dengan air bersih. Jika wadah sudah bersih, perhatikanlah makanan pada kutu air.

5. Pemberian Pupuk Kandang

Sejauh ini, pakan yang paling baik untuk kutu air yaitu pupuk kandang. Untuk memberikan pakan kutu air pada wadah seluas 1 m², kamu dapat memasukkan (±) 2kg pupuk kandang ke dalam wadah.

Diperkirakan makanan kutu air akan habis dimakan kurang lebih selama 3-5 hari.

Selain pupuk kandang, kamu juga dapat menggunakan beberapa bahan yang bisa dijadikan sebagai pakan kutu air.

Beberapa bahan untuk makanan kutu air tersebut diantaranya yaitu: dedak, tepung tapioka, tepung terigu, ragi, eceng gondok, limbah cair tahu.

6. Memanen Hasil Budidaya Kutu Air

Setelah merawat dan memberikan pakan secara teratur, kamu dapat memanen kutu air dalam jangka waktu 7-11 hari.

Pada saat waktunya tiba, ambillah kutu air menggunakan jaring halus. Kemudian cuci terlebih dahulu kutu air menggunakan air bersih.

Setelah itu baru kutu air bisa digunakan sebagai pakan ikan hias, baik ikan cupang, ikan guppy, dan lain sebagainya.

Baca juga => Cara Budidaya Semut Kroto untuk Pemula Menggunakan Toples

Sistem Berkembang Biak Kutu Air

Sistem Berkembang Biak Kutu Air
source image: usahapapun.com

Kutu air dapat berkembang biak dengan sistem partenogenesis, reproduksi aseksual atau biasa dikenal dengan virgin birth dan melahirkan.

Pada saat akhir musim panas, makanan menjadi langka, kutu air jantan akan berkembang dan betina menghasilkan telur-telur yang harus dibuahi.

Di sebagian besar musim pertumbuhan, kutu air betina akan bereproduksi secara aseksual dan menghasilkan telur lebih banyak setiap kali berganti kulit.

Telur-telur yang berada di perut kutu air betina akan menetas setelah satu hari, dan akan tetap berada di dalam kantong induk betina selama (±) 3 hari di suhu 20 °C.

Setelah itu, baru telur-telur yang sudah menetas tersebut akan dilepaskan ke dalam air selama 5-10 hari.

Apabila kondisi air buruk, bisa lebih dari 10 hari sebelum mencapai usia di mana telur-telur tersebut berkembang dan siap untuk bereproduksi kembali.

Cara Memanen & Masa Panen Kutu Air

Sebagaimana yang telah dijelaskan pada poin ke-6 mengenai cara memanen kutu air, pemanenan kutu air dapat dimulai sejak hari ke 7 sampai 8 atau saat populasi puncaknya (400 – 1000 individu/ liter).

Adapun cara dan sistem memanen hasil budidaya kutu air adalah sebagai berikut:

  1. Panen 50% – 70% daphnia yang ada di dalam bak/ kolam.
  2. Sisa 30% – 50% daphnia bisa dipindahkan ke dalam bak sanitasi yang sudah disiapkan sebelumnya (sebagaimana pada panduan cara mempersiapkan wadah/ kolam).
  3. Dengan cara pemanenan seperti ini, proses budidaya kutu air dapat berjalan secara berkesinambungan. Sehingga kamu tidak perlu mencari bibit kutu air lagi.

Tips Sukses Budidaya Kutu Air

Tips Sukses Budidaya Kutu Air
source image: mediaindonesia.com

Setelah mengetahui tahapan secara teknis mengenai cara ternak kutu air, kamu juga perlu memperhatikan beberapa tips di bawah ini:

  1. Apabila memilih kol, pastikan kondisi dan kualitasnya sudah membusuk. Hal ini akan dapat mendatangkan kutu air dengan jumlah lebih banyak.
  2. Menggunakan wadah yang sesuai. Yaitu memiliki spesifikasi lebih lebar dan panjang, bukan tinggi seperti drum.
  3. Pengisian air pada kolam/ bak tidak boleh terlalu tinggi/ penuh, sebab hal ini berpengaruh pada kualitas kutu air.
  4. Pastikan pada saat perawatan kutu air, selalu memperhatikan intensitas sinar matahari. Jangan sampai tempat budidaya terkena sinar matahari secara langsung. Hal tersebut juga berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan bibit kutu air.
  5. Menutupi wadah/ kolam supaya tidak menjadi sarang larva nyamuk.
  6. Meperhatikan dan merawat kolam atau kondisi kutu air, hal ini sangat penting dari semua poin di atas.

Peluang Usaha Budidaya Kutu Air

Dikutip dari situs peluangusaha.kontan.co.id, harga kutu air saat ini bisa dibanderol dengan harga sekitar Rp. 20.000/ 3 sendok makan.

Hal tersebut berdasar pengakuan dari pembudidaya kutu air Dike Anggrianto asal kota Malang, Jawa Timur yang saat ini telah memiliki 15 kolam degan ukuran 2×2 meter persegi hingga 3×19 meter persegi.

Setiap hari ia dapat memanen sebanyak (±) 3kg – 4kg kutu air, apabila dikalkulasikan ia bisa mengantongi omzet sebesar 1,8jt/ hari.


Sumber Referensi:

  • https://mediaindonesia.com/humaniora/437906/ternak-kutu-air-bisa-raup-ratusan-ribu-rupiah-per-hari-lho
  • https://www.99.co/blog/indonesia/tips-budidaya-kutu-air/
  • https://www.gramedia.com/best-seller/cara-budidaya-kutu-air/#Peluang_Usaha_Budidaya_Kutu_Air
  • https://gdm.id/budidaya-kutu-air/#Masa_Panen_Kutu_Air_Dan_Cara_Pemanenannya
  • https://arenahewan.com/7-manfaat-kutu-air-untuk-pakan-ikan
Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *