Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

SUPER LENGKAP! Cara Budidaya Cacing Sutra di Lahan Terbatas

8 min read

Cara Budidaya Cacing Sutra di Lahan Terbatas untuk pemula

Hingga saat ini, budidaya cacing sutra masih menjadi salah satu peluang usaha dengan modal minim yang cukup menguntungkan.

Selain itu, budidaya cacing sutra juga dapat dimulai dari lahan terbatas dan tidak membutuhkan proses pengelolaan yang sulit.

Buat kamu yang penasaran bagaimana cara memulai usaha cacing sutra dan bagaimana peluang ke depannya, yuk langsung saja simak pembahasan berikut hingga selesai.

Peluang Usaha dan Potensi Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutra memiliki nama latin Tubifex sp, adalah salah satu jenis pakan alami yang memiliki potensi dan prospek cukup baik untuk dikembangkan.

Hal tersebut dikarenakan permintaan dan kebutuhan pasar akan pakan alami ini tinggi, khususnya permintaan dari para pembudidaya ikan.

Alasan lainnya adalah, cacing sutra memiliki kandungan nutrisi yang tinggi untuk pertumbuhan larva ikan.

Menurut penelitian, di dalam tubuh cacing sutra terkandung 13% lemak dan 57% protein yang sangat dibutuhkan oleh ikan.

Selain itu, ukurannya yang kecil sangat memudahkan para pembudidaya ikan dalam memberi pakan pada bibit-bibit ikan kecil.

Apabila kamu ingin memulai usaha ternak cacing sutra, tidak perlu khawatir dan ragu. Sebab ada banyak sekali manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan.

Berikut ini adalah beberapa potensi besar apabila kamu ternak cacing sutra:

  1. Tidak membutuhkan modal yang besar.
  2. Tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga bisa dimulai dari skala rumahan.
  3. Mudah dalam pengelolaan dan perawatan.
  4. Cacing sutra banyak dicari oleh peternak ikan, sehingga memudahkan kamu dalam menjualnya.
  5. Memiliki market/ pasar konsumen yang jelas, terutama para pembibit ikan air tawar.
  6. Jumlah orang yang beternak ikan banyak bahkan selalu bertambah, sehingga permintaan cacing sutra di pasar tinggi.
  7. Harga di pasaran cukup stabil dari waktu ke waktu.
  8. Bisa dijual dalam bentuk apapun, kering ataupun basah.
  9. Tidak hanya yang sudah biasa beternak, pemula yang baru terjun juga bisa melakukan budidaya cacing sutra ini.
  10. Bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan setiap bulan.
Baca juga => Cara Mudah Budidaya Maggot Khusus untuk Pemula!

Resiko dan Kendala Dalam Budidaya Cacing Sutra

Resiko dan Kendala Dalam Budidaya Cacing Sutra
source image: faktualnews.co

Selain peluang usaha dan potensi yang cukup baik, tentu setiap usaha juga memiliki resiko dan kendalanya masing-masing, termasuk pada ternak cacing sutra ini.

Namun dengan mengetahui terlebih dahulu apa saja resiko dan kendala pada bidang usaha, sedikit banyak dapat membantu para pengusaha khususnya pemula dalam mempersiapkan antisipasi.

Berikut ini adalah beberapa kendala atau resiko yang biasa terjadi pada saat budidaya cacing sutra:

1. Permintaan Pasar Tinggi Pembudidaya Cacing Banyak

Pertama meskipun memiliki permintaan yang cukup tinggi, ternyata kompetitor sesama pembudidaya cacing sutra ini tidak sedikit.

Sehingga dengan begitu, selain harus pandai dalam mencari peluang dan membangun koneksi, kamu juga harus dapat menghasilkan cacing sutra yang berkualitas unggul.

2. Tidak Teliti

Walaupun teknik pembudidayaan cacing sutra dapat dibilang cukup mudah, namun jika kamu tidak melakukannya secara teliti bisa berakibat fatal pada hasil pembudidayaan.

Apabila teknik yang digunakan tidak sesuai/ salah, maka kecil sekali potensi untuk berhasil.

Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui terlebih dahulu langkah-langkah yang tepat dalam proses budidaya.

Baik dari persiapan dan pembuatan lahan, perawatan, pemberian pakan, hingga cara panen yang baik.

Dengan mempelajari teknik budidaya secara keseluruhan, setidaknya dapat membantu kamu untuk meminimalisir resiko gagal panen cacing sutra ini.

3. Tidak Memperhatikan Cuaca/ Musim

Pada saat akan memulai budidaya, ada baiknya kamu memperhatikan cuaca atau musim. Sebab cuaca atau musim yang tidak sesuai, sedikit banyak bisa berpengaruh pada tumbuh kembang dan hasil ternak cacing.

4. Proses Pemasaran

Lakukan proses pemasaran secara baik, bukan asal-asalan. Pertimbangkan di mana dan kepada siapa kamu membangun jaringan bisnis cacing sutra ini.

Jika kamu tidak mulai mengatur sedemikian rupa, maka penjualan hasil panen cacing sutra akan cukup sulit dilakukan.

Sehingga pada saat hasil panen cacing sutra kamu siap jual, kamu tidak menemukan pembeli yang cocok.

Ada baiknya pada saat melakukan pemasaran, kamu terlebih dahulu membangun jaringan. Apabila sudah mendapatkan jaringan, kamu bisa lebih mudah dalam memasarkan dan menawarkan hasil panen cacing sutra.

Apabila kamu belum mendapatkan jaringan juga, kamu dapat bergabung dan mengikuti komunitas-komunitas pembudidaya ikan dan mulai bangunlah jaringan dengan mereka,

Dengan begitu, minimal kamu sudah berada di lingkungan yang tepat, lingkungan orang-orang yang membutuhkan cacing sutra. Sering-seringlah berinteraksi dan membangun komunikasi.

5. Pengepul

Meskipun harga jual ke pengepul akan berbeda dengan harga jual langsung ke customer, setidaknya kamu dapat terbantu dengan adanya pengepul apabila kamu belum bisa membangun komunikasi dan mendapatkan jaringan/ pembeli secara langsung.

Namun di era digital seperti sekarang ini, sebenarnya kamu bisa lebih mudah untuk mendapatkan pembeli secara langsung.

Misal seperti di Facebook, kamu bisa menawarkan ke group-group/ komunitas pembudidaya ikan. Kamu juga dapat memasang penawaran di berbagai marketplace/ e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dlsb.

Sebelum itu kamu juga dapat bergabung terlebih dahulu ke group pembudidaya cacing sutra, dengan begitu kamu bisa mendapatkan informasi lebih banyak mengenai tips dan trik pemeliharaan cacing sutra dan penjualannya.

Baca juga => Cara Budidaya Cacing Tanah Skala Rumahan Sampai Menghasilkan!

Cara Mudah Budidaya Cacing Sutra untuk Pemula

Setelah memahami berbagai macam potensi dan resiko dalam budidaya cacing sutra, selanjutnya kita masuk pada pembahasan inti.

Namun sebelumnya, kamu dapat menonton video referensi di atas hingga selesai terlebih dahulu. Jika sudah, mari kita lanjutkan pembahasan berikut.

Di dalam dunia peternakan, cacing sutra menjadi salah satu jenis pakan yang sering direkomendasikan sebagai pakan ikan air tawar, ikan hias, belut, lobster, dll.

Semua hewan tersebut membutuhkan cacing sutra sebagai salah satu pakan alami yang bernutrisi tinggi.

Untuk kamu yang ingin memulai budidaya cacing sutra, berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan:

1. Menyiapkan Benih/ Bibit untuk Budidaya Cacing Sutra

Langkah pertama yang perlu dilakuakan yaitu menyiapkan benih atau bibit cacing sutra.

Kamu bisa mendapatkan benih cacing sutra dengan dua cara, pertama membeli ke toko ikan hias atau pasar hewan.

Kemudian cara kedua, kamu dapat mencari di ladang atau sawah. Untuk cara ini mungkin cukup sulit, karena tidak semua ladang dan sawah terdapat cacing sutra.

Namun tidak ada salahnya jika kamu mencoba. Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu kamu lakukan jikan mencoba dengan cara ke dua:

  • Memilih benih yang berkualitas (benih cacing sutra menyerupai gumpalan rambut yang bergerak cepat).
  • Pisahkan gumpalan tersebut dari cacing sutra lainnya, kemudian pindahkan ke wadah yang telah diisi dengan air (untuk menghindarkan benih dari bakteri/ logam).
  • Simpan benih pada wadah berisi air tersebut selama (±) 2 – 3 hari.
  • Pastikan jumlah air dalam wadah sedikit dan selalu bersih.
  • Pastikan kadar oksigen dalam air cukup. Apabila dirasa kurang, kamu dapat memasang aerator untuk menambah oksigen dalam air.

2. Menyiapkan Lahan/ Kolam untuk Budidaya Cacing Sutra

Budidaya cacing sutra dapat kamu lakukan menggunakan kolam, nampan bertingkat, ataupun bak.

Namun yang paling efektif dan optimal adalah, menggunakan kolam terpal. Sebab dengan kolam terpal, kamu dapat menampung cacing sutra lebih banyak.

Tenang, meskipun begitu kolam terpal tidak membutuhkan lahan yang sangat luas. Berikut ini adalah beberapa tips yang perlu kamu perhatikan sebelu membuat kolam untuk cacing sutra:

  • Lahan untuk tempat kolam terpal tidak perlu luas, cukup disesuaikan dengan tempat yang ada di sekitar rumah.
  • Apabila kolam sudah dipasang terpal, selanjutnya semprot menggunakan air.
  • Kemudian biarkan kolam kering sendiri dengan bantuan sinar matahari.
  • Jika sudah kering, maka kolam terpal sudah siap digunakan untuk membudidayakan cacing sutra.

Adapun untuk pengisian air, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Demi kelangsungan hidup dan tumbuhnya cacing, kamu harus memperhatikan kualitas air yang akan digunakan di kolam.

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah, air kolam harus menggunakan air bagus yang mengalir.

Adapun parameter atau ukuran airnya meliputi, suhu pada kisaran 24-27 derajat celcius, pH air antara 6-7.  Sehingga dengan begitu, cacing sutra dapat berkembang dengan baik di kolam terpal.

3. Membuat Media Budidaya di Dalam Kolam

Untuk media budidaya, terdapat dua cara yang biasa digunakan oleh setiap pembudidaya.

Pertama menggunakan media air, dan kedua menggunakan media lumpur. Kamu dapat memilih salah satu, dari kedua media tersebut.

Adapun pada kesempatan kali ini, saya akan memberikan penjelasan step by step untuk mempersiapkan media budidaya dengan cara kedua/ media lumpur:

  • Pertama siapkan lumpur sawah yang sudah steril dari sampah-sampah. Hal ini bertujuan untuk menghindari banyaknya bibit penyakit pada lumpur.
  • Setelah itu, baru masukan lumpur sawah tersebut ke dalam kolam terpal. Banyaknya lumpur, sesuaikan dengan besar/ luasnya kolam. (±) ketinggian sampai 10 cm.
  • Kemudian siapkan pupuk kandang di dalam bak. Adapun jumlah/ ukurannya disesuaikan saja, paling tidak sekitar 3kg. Campur pupuk tersebut dengan nutrisi tambahan yang bisa kamu beli di toko pertanian, agar pupuk kandang lebih lembut.
  • Jika sudah tercampur, masukan pupuk yang ditambahi nutrisi tadi ke dalam kolam yang sudah diisi dengan lumpur sawah.
  • Kemudian aliri kolam dengan air bersih, hingga semua media tadi terkena air. Jika sudah, diamkan kolam (±) 3 hari. Setelah itu kolam siap diberi benih cacing sutra yang sudah disiapkan di awal.

4. Penebaran Bibit Cacing Sutra

Setelah selesai mempersiapkan kolam dan media untuk budidaya, langkah selanjutnya yaitu penebaran bibit cacing sutra.

Sebelum melakukan penebaran, pastikan bibit cacing yang akan kamu tebar adalah bibit yang unggul.

Kamu bisa mendapatkan bibit cacing sutra unggul dari pihak pembibitan yang sudah tersertifikasi atau berpengalaman.

Adapun cara penebaran bibit cacing sutra yang baik adalah sebagai berikut:

  • Matikan filter kolam untuk menghentikan proses resirkulasi air.
  • Lakukan aklimatisasi selama beberapa saat, untuk menyesuaikan suhu air supaya cacing sutra tidak stres. Caranya yaitu, dengan meletakkan plastik yang berisi bibit cacing sutra pada permukaan air kolam. Diamkan selama (±) 30 menit – 1 jam. Jika sudah, buka kantong plastik berisi cacing sutra dan buang airnya.
  • Lakukan penimbangan untuk mengetahui berat cacing sutra pada awal penebaran. Kamu dapat menggunakan timbangan ohaus. Selesai ditimbang, tebar bibit pada kolam dengan kedalaman (±) 1-2 cm. Setelah melakukan penebaran, kamu tidak perlu memberi pakan karena cacing akan mendapat makanan dari media yang tadi sudah disiapkan.

5. Perawatan Cacing Sutra

Setelah berhasil melakukan penebaran bibit, langkah selanjutnya yaitu melakukan perawatan pada cacing.

Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah menjaga kenyamanan pada cacing, agar cacing tidak stres. Bagaimana cara melakukan perawatan pada budidaya cacing? Berikut tahapannya:

A. Sistem Resirkulasi Air

Perawatan pertama yaitu dengan cara menjaga sistem resirkulasi air pada kolam. Karena hal yang paling krusial pada saat ternak cacing sutra terletak pada kondisi airnya.

Sehingga kamu harus selalu memastikan air kolam mengandung DO (±) 1,61 ppm, dan suhu air tetap di 24-27 derajat celcius (tidak lebih/ kurang).

Resirkulasi air ini sangat penting untuk menjaga kualitas air, dan juga berguna untuk tetap menjaga kandungan O2 dan CO2 pada air kolam.

Adapun untuk ukuran filter air sendiri, dapat kamu sesuaikan dengan besar kecilnya kolam. Pastikan juga filter ini selalu menyala 24 jam, kecuali ketika kamu memberi pakan pada cacing.

B. Menjaga Cacing Sutra dari Hama

Perawatan cacing sutra yang kedua yaitu, menjaga dari hama dan penyakit yang menyerang.

Hama pada cacing sutra ini apabila tidak diantisipasi dapat mengganggu akan tumbuh kembangnya cacing di kolam.Bahkan bisa berakibat gagal panen.

Oleh karena itu, kamu dapat menambahkan suplemen organik yang dapat mencegah hama penyakit pada cacing di kolam.

Kamu dapat membeli suplemen ini di toko-toko pertanian dan sejenisnya.

C. Pemberian Pakan

Selama masa perawatan ini tentu kamu perlu memberi pakan pada cacing sutra. Pemberian pakan ini sebaiknya kamu lakukan seminggu setelah cacing ditebar.

Jadi selama 1 minggu itu cacing tidak perlu kamu beri makan, karena sudah mendapat nutrisi dari media yang ada di dalam kolam.

Setelah 1 minggu baru cacing akan membutuhkan nutrisi yang lebih banyak lagi, sehingga kamu perlu memberi pakan.

Adapun jenis pakan yang disarankan yaitu fermentasi ampas tahu, karena ampas tahu mengandung nutrisi berupa protein kasar dan karbohidrat yang baik untuk pertumbuhan cacing.

Sebelum memberi pakan pada cacing, kamu harus mematikan filter kolam terlebih dahulu. Baru setelah itu, tebarlah fermentasi ampas tahu yang sudah disiapkan untuk pakan cacing.

Setelah 15 menit waktu pemberian pakan, baru kamu bisa menyalakan filter kembali.

6. Panen Hasil Budidaya Cacing Sutra

Langkah terakhir dalam proses budidaya adalah masa panen. Kamu dapat melakukan panen pertama (±) 70 hari setelah cacing sutra ditebar ke kolam.

Setelah masa panen yang pertama, kamu dapat memanen hasil budidaya cacing sutra setiap 2 minggu sekali.

Salah satu tanda cacing sutra sudah siap dipanen yaitu, dapat dilihat dari lumpur media cacing yang sudah cukup kental apabila dipegang.

Kamu bisa memanen dengan cara mengaduk garu dan lumpur, kemudian masukan ke dalam baskom.

Baca juga => Cara Budidaya Jangkrik Dengan Modal Minim 

Cara Fermentasi Ampas Tahu untuk Pakan Cacing Sutra

Cara Fermentasi Ampas Tahu untuk Pakan Cacing Sutra
source image: entognusantara.blogspot.com

Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa salah satu jenis makanan yang baik untuk pertumbuhan cacing sutra adalah fermentasi ampas tahu.

Namun untuk mendapatkan fermentasi ampas tahu ini tidaklah begitu mudah, sehingga kamu perlu untuk membuatnya sendiri.

Berikut ini adalah cara membuat fermentasi ampas tahu untuk pakan cacing sutra yang dapat kamu coba:

1. Cara Fermentasi Ampas Tahu untuk Cacing Sutra

  1. Masukan 10kg ampas tahu ke dalam wadah/ bak.
  2. Larutkan 10ml suplemen organik cair spesialis perikanan ke dalam bak berisi 250ml air bersih, dan aduk hingga merata.
  3. Pemberian suplemen organik cair yang mengandung bakteri baik ini bagus jika digunakan sebagai fermentasi ampas tahu. Karena bakteri baik ini dapat memanfaatkan glukosa dalam ampas tahu untuk menghasilkan bahan organik sebagai pakan yang bernutrisi tinggi bagi cacing sutra.
  4. Tuangkan air yang sudah dicampur dengan suplemen organik tersebut secara bertahap ke dalam wadah/ bak yang berisi ampas tahu.
  5. Sembari menuangkan, jangan lupa untuk terus diaduk agar ampas tahu dapat tercampur dengan larutan suplemen secara merata.
  6. Jika sudah, tutup rapat wadah tersebut dan diamkan selama 3 hari untuk proses fermentasi.

2. Cara Pemberian Pakan pada Cacing Sutra

Apabila semua proses pembuatan pakan fermentasi dari ampas tahu sudah dilakukan, maka selanjutnya adalah pemberian pakan fermentasi pada cacing sutra. Berikut adalah tahapannya:

  1. Matikan filter atau aliran air pada kolam.
  2. Taburkan pakan fermentasi ampas tahu secara perlahan ke seluruh permukaan kolam.
  3. Ukuran yang disarankan dalam pemberian pakan adalah 2kg/ m².
  4. Waktu pemberian pakan pada cacing sutra cukup 1 kali dalam sehari.
  5. Setelah 15 menit dari waktu penaburan pakan, kamu dapat menghidupkan kembali filter/ aliran air pada kolam.

Rekomendasi Pakan Cacing Sutra Selain Ampas Tahu

Selain fermentasi ampas tahu, jenis pakan apa yang baik untuk pertumbuhan cacing sutra? Untuk ini, kamu bisa memberikan beberapa jenis pakan lain yang cukup mudah untuk didapatkan.

Beberapa jenis pakan cacing sutra yang biasa digunakan oleh pembudidaya adalah sebagai berikut:

  • Fermentasi Pupuk Kandang
  • Fermentasi Tepung Tapioka
  • Tepung Ikan

Sumber Referensi:

  • https://www.gramedia.com/best-seller/budidaya-cacing-sutra/#Peluang_Usaha_dan_Potensi_Besar_Budidaya_Cacing_Sutra
  • https://www.99.co/blog/indonesia/tips-budidaya-cacing-sutra/
  • https://kkp.go.id/djpb/bpbattatelu/artikel/30115-mengenal-cacing-sutera-tubifex-sp-sebagai-pakan-alami-untuk-larva-ikan-air-tawar
  • https://gdm.id/budidaya-cacing-sutra/#4_Tebar_Bibit_Cacing_Sutra
Tumbuh Subur Indonesia Tumbuh bersama wirausaha muda Indonesia di sektor industri pertanian & peternakan #BelajarBersamaTumbuhBersama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *